Iuran Guru Ngaji Rp5.000 per Bulan Didorong untuk Memperkuat Program Sosial PGN-KB
KABUPATEN BANDUNG, 25 Agustus 2026 — Iuran atau infak guru ngaji sebesar Rp5.000 per bulan didorong menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk memperkuat program sosial dan pelayanan bagi guru ngaji di Kabupaten Bandung.
Namun, pelaksanaan iuran tersebut hingga kini belum berjalan secara merata. Sejumlah guru ngaji belum membayar secara rutin, sementara penghimpunan iuran anggota di beberapa kecamatan juga belum berjalan optimal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama menjelang Idulfitri ketika kebutuhan terhadap kegiatan sosial dan pelayanan anggota cenderung meningkat.
Dana yang berhasil dihimpun diarahkan untuk mendukung berbagai program sosial. Di antaranya bantuan bagi guru ngaji yang terdampak musibah, seperti kebakaran rumah, serta program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi guru ngaji yang membutuhkan.
Selain itu, dana iuran Guru Ngaji (GN) dimanfaatkan untuk membantu penebusan ijazah guru ngaji yang terkendala biaya, pemberian santunan kepada anak yatim dari keluarga guru ngaji, serta pendampingan administrasi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota yang mengalami persoalan kepesertaan.
Iuran tersebut juga menjadi salah satu sumber dukungan bagi kegiatan sosial-keagamaan, termasuk pembangunan masjid dan fasilitas pemandian jenazah di lingkungan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program pelayanan tersebut membutuhkan biaya operasional, termasuk transportasi pengurus saat melakukan kunjungan, pendampingan, maupun pengurusan administrasi di lapangan.
Karena itu, keberadaan iuran Rp5.000 per bulan tidak semata-mata dipandang sebagai kewajiban finansial anggota, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antarguru ngaji. Nominal yang relatif kecil diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar ketika anggota menghadapi musibah atau membutuhkan pendampingan.
Meski demikian, pengelolaan iuran perlu dilakukan secara tertib dan transparan. Para guru ngaji perlu mengetahui sumber pemasukan, penggunaan dana, serta manfaat yang diberikan kepada anggota.
Komunikasi antara pengurus di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa juga dinilai penting agar penghimpunan dan pengelolaan iuran berjalan sesuai kesepakatan serta tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan gotong royong, iuran Rp5.000 per bulan diharapkan mampu menjadi kekuatan bersama dalam memperluas program sosial sekaligus meningkatkan pelayanan dan kepedulian terhadap guru ngaji di Kabupaten Bandung
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kepala Desa Cibiru Wetan Dorong Persatuan dan Paparkan Program Pembangunan
KABUPATEN BANDUNG 25 Agustus 2026 — Kepala Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Hadian Supriatna, S.Pd., mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kes
PGN-KB Cimenyan Bahas Buku Skema Imtiyaz, Guru Ngaji Diminta Miliki Buku Pendukung Pembelajaran
KABUPATEN BANDUNG — Pengurus Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) Kecamatan Cimenyan bersama Koordinator Desa (Kordes) menggelar pertemuan untuk membahas penggunaan Buk
Setiap Jumat, Siswa SDN Cikoneng Dibiasakan Salat Dhuha untuk Perkuat Karakter Religius
KABUPATEN BANDUNG, 21 Agustus 2026 — Upaya menanamkan karakter religius kepada peserta didik terus dilakukan SDN Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung
PGN-KB Serahkan Klaim Kematian Rp42 Juta kepada Keluarga Almarhum Asep Suhendar
KABUPATEN BANDUNG, 18 Agustus 2026 — Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) bersama jajaran pengurus, unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para koordinator
HUT ke-81 RI, PGN-KB Tegaskan Peran Guru Ngaji dalam Membangun Karakter Generasi Muda Kabupaten Bandung
KABUPATEN BANDUNG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan kar
HUT Ke-81 RI, PGN Kabupaten Bandung Ajak Guru Ngaji Perkuat Persatuan dan Jaga NKRI
KABUPATEN BANDUNG — 17 Agustus 2026 Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat
200 Guru Ngaji Ikuti Bimtek PGN-KB Gelombang II di Soreang
KABUPATEN BANDUNG – Sebanyak 200 guru ngaji dari 10 kecamatan di Kabupaten Bandung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Guru Ngaji di Era Digital PGN-KB Gelom
PGN Kabupaten Bandung Bekali Guru Ngaji dengan Skema Imtiyaz, Siapkan Pengajar Al-Qur’an Hadapi Era Digital
KABUPATEN BANDUNG — Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGNKB) memperkuat kapasitas para guru ngaji agar mampu beradaptasi dengan perkembangan metode pembelajaran dan tantanga
PGN Kabupaten Bandung Bekali Guru Ngaji dengan Skema Imtiyaz, Siapkan Pengajar Al-Qur’an Hadapi Era Digital
KABUPATEN BANDUNG — Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGNKB) memperkuat kapasitas para guru ngaji agar mampu beradaptasi dengan perkembangan metode pembelajaran dan tantanga
Tingkatkan Kapasitas Guru Ngaji, PGN Kabupaten Bandung Gelar Bimtek Skema Imtiyaz dan Transformasi Digital
Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN Kabupaten Bandung) terus mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas guru ngaji dalam menghadapi perkembangan pendidikan di era digital. Upaya terseb
