<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
    xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
    xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
    <atom:link href="https://pgn-kb.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<title>PGN.OR.ID | FORUM PERSATUAN GURU NGAJI</title>
    <link>https://pgn-kb.com/feed</link>
    <description>PGN.or.id adalah wadah digital resmi Forum Persatuan Guru Ngaji Indonesia yang berkomitmen membangun kolaborasi, memperkuat peran guru ngaji, serta mewujudkan pendidikan keagamaan yang berkualitas dan membumi di tengah masyarakat. Bersatu, Berdaya, dan Berdampak.</description>
    <dc:language>en-en</dc:language>
    <dc:creator>rektor@pgn.or.id</dc:creator>
    <dc:rights>Copyright 2026</dc:rights>
    <admin:generatorAgent rdf:resource="https://sdn-cisaat.siloam.sch.id/" />
            <item>
            <title>PGN Kabupaten Bandung Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Ngaji melalui Metode Imtiyaz</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/36/pgn-kabupaten-bandung-dorong-peningkatan-kompetensi-guru-ngaji-melalui-metode-imtiyaz</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/36/pgn-kabupaten-bandung-dorong-peningkatan-kompetensi-guru-ngaji-melalui-metode-imtiyaz</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; Persatuan Guru Ngaji (PGN) Kabupaten Bandung terus mendorong peningkatan kompetensi guru ngaji melalui penguatan metode pembelajaran Al-Qur'an. Upaya tersebut dilakukan melalui&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Wed, 16 Sep 2026 12:50:36 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; Persatuan Guru Ngaji (PGN) Kabupaten Bandung terus mendorong peningkatan kompetensi guru ngaji melalui penguatan metode pembelajaran Al-Qur'an. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi dan sosialisasi metode Imtiyaz yang digelar di Aula Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan diikuti unsur Pemerintah Kecamatan Baleendah, Ketua Umum PGN Kabupaten Bandung H. Uya Mulyana, Bidang Pendidikan Ustaz Ade Jatnika, Bidang Kelembagaan Sutisna, Koordinator Kecamatan (Korcam) Baleendah Upan Setiawan, para Koordinator Desa (Kordes) se-Kecamatan Baleendah, koordinator sekolah, serta Pengawas Guru Ngaji Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Hj. Nia.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari agenda PGN Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kapasitas guru ngaji, khususnya yang menjalankan pembelajaran Al-Qur'an di lingkungan sekolah.
Ketua Umum PGN Kabupaten Bandung H. Uya Mulyana mengapresiasi antusiasme para guru ngaji yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai peningkatan kompetensi menjadi bagian penting untuk mendukung kualitas pembelajaran keagamaan di sekolah.
&ldquo;Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme para guru ngaji. Kami juga terus memberikan motivasi agar seluruh guru ngaji meningkatkan kompetensinya, sehingga semakin siap dan mampu melaksanakan tugas mengajar di sekolah,&rdquo; kata H. Uya.
Menurut Uya, koordinasi antara PGN, guru ngaji, koordinator wilayah, dan pihak sekolah diperlukan agar penerapan metode pembelajaran dapat berjalan secara terarah dan memiliki pemahaman yang sama.
Sementara itu, Bidang Pendidikan PGN Kabupaten Bandung Ustaz Ade Jatnika menjelaskan bahwa buku panduan metode Imtiyaz menjadi salah satu acuan yang perlu dipahami dan dimiliki oleh guru ngaji dalam melaksanakan pembelajaran.
&ldquo;Guru ngaji diwajibkan memiliki buku panduan untuk mengajar di sekolah. Dengan metode dan panduan yang seragam, diharapkan kualitas pembelajaran semakin baik,&rdquo; ujar Ade.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap metode Imtiyaz diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara konsisten oleh guru ngaji dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, PGN Kabupaten Bandung juga mendorong Korcam, Kordes, koordinator sekolah, dan guru ngaji untuk memperkuat koordinasi dalam penerapan metode Imtiyaz di Kecamatan Baleendah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi untuk membahas teknis penerapan metode Imtiyaz serta berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran Al-Qur'an bagi guru ngaji di lingkungan sekolah. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>PGN Kabupaten Bandung Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Ngaji melalui Metode Imtiyaz</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/35/pgn-kabupaten-bandung-dorong-peningkatan-kompetensi-guru-ngaji-melalui-metode-imtiyaz</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/35/pgn-kabupaten-bandung-dorong-peningkatan-kompetensi-guru-ngaji-melalui-metode-imtiyaz</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; Persatuan Guru Ngaji (PGN) Kabupaten Bandung terus mendorong peningkatan kompetensi guru ngaji melalui penguatan metode pembelajaran Al-Qur'an. Upaya tersebut dilakukan melalui&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Wed, 16 Sep 2026 12:43:04 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; Persatuan Guru Ngaji (PGN) Kabupaten Bandung terus mendorong peningkatan kompetensi guru ngaji melalui penguatan metode pembelajaran Al-Qur'an. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi dan sosialisasi metode Imtiyaz yang digelar di Aula Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan diikuti unsur Pemerintah Kecamatan Baleendah, Ketua Umum PGN Kabupaten Bandung H. Uya Mulyana, Bidang Pendidikan Ustaz Ade Jatnika, Bidang Kelembagaan Sutisna, Koordinator Kecamatan (Korcam) Baleendah Upan Setiawan, para Koordinator Desa (Kordes) se-Kecamatan Baleendah, koordinator sekolah, serta Pengawas Guru Ngaji Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Hj. Nia.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari agenda PGN Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kapasitas guru ngaji, khususnya yang menjalankan pembelajaran Al-Qur'an di lingkungan sekolah.
Ketua Umum PGN Kabupaten Bandung H. Uya Mulyana mengapresiasi antusiasme para guru ngaji yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai peningkatan kompetensi menjadi bagian penting untuk mendukung kualitas pembelajaran keagamaan di sekolah.
&ldquo;Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme para guru ngaji. Kami juga terus memberikan motivasi agar seluruh guru ngaji meningkatkan kompetensinya, sehingga semakin siap dan mampu melaksanakan tugas mengajar di sekolah,&rdquo; kata H. Uya.
Menurut Uya, koordinasi antara PGN, guru ngaji, koordinator wilayah, dan pihak sekolah diperlukan agar penerapan metode pembelajaran dapat berjalan secara terarah dan memiliki pemahaman yang sama.
Sementara itu, Bidang Pendidikan PGN Kabupaten Bandung Ustaz Ade Jatnika menjelaskan bahwa buku panduan metode Imtiyaz menjadi salah satu acuan yang perlu dipahami dan dimiliki oleh guru ngaji dalam melaksanakan pembelajaran.
&ldquo;Guru ngaji diwajibkan memiliki buku panduan untuk mengajar di sekolah. Dengan metode dan panduan yang seragam, diharapkan kualitas pembelajaran semakin baik,&rdquo; ujar Ade.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap metode Imtiyaz diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara konsisten oleh guru ngaji dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, PGN Kabupaten Bandung juga mendorong Korcam, Kordes, koordinator sekolah, dan guru ngaji untuk memperkuat koordinasi dalam penerapan metode Imtiyaz di Kecamatan Baleendah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi untuk membahas teknis penerapan metode Imtiyaz serta berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran Al-Qur'an bagi guru ngaji di lingkungan sekolah. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Kepala Desa Cibiru Wetan Dorong Persatuan dan Paparkan Program Pembangunan</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/34/kepala-desa-cibiru-wetan-dorong-persatuan-dan-paparkan-program-pembangunan</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/34/kepala-desa-cibiru-wetan-dorong-persatuan-dan-paparkan-program-pembangunan</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG&nbsp;25 Agustus 2026 &mdash; Kepala Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Hadian Supriatna, S.Pd., mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kesatuan melalui momentum&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 17:29:23 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG&nbsp;25 Agustus 2026 &mdash; Kepala Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Hadian Supriatna, S.Pd., mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kesatuan melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Hadian, keteladanan Rasulullah SAW dan semangat kemerdekaan perlu diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial, gotong royong, serta kebersamaan dalam membangun desa.
Dalam kesempatan tersebut, Hadian memaparkan sejumlah program pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan Pemerintah Desa Cibiru Wetan. Salah satunya adalah pengecoran jalan di wilayah Cikoneng 3 yang ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan pemilihan kepala desa.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, pemerintah desa juga merealisasikan sejumlah program lain, antara lain pembangunan lima unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pembangunan gang, penyediaan sarana air bersih, serta pengadaan dan pelayanan ambulans desa.
Di bidang sosial dan kesehatan, Pemerintah Desa Cibiru Wetan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk menangani persoalan data desil masyarakat. Warga yang mengalami kendala dalam memperoleh bantuan pemerintah, termasuk akibat ketidaksesuaian data desil, diupayakan mendapatkan solusi melalui pendataan dan pengurusan administrasi.
Hadian juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang berkembang di masyarakat, seperti judi daring, bank emok, dan pinjaman online. Ia menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Terkait rencana bantuan pembangunan senilai sekitar Rp7 miliar yang disebut akan dialokasikan bagi masyarakat Desa Cibiru Wetan, Hadian menjelaskan bahwa anggaran tersebut masih dalam proses dan belum direalisasikan.
Ia berharap, apabila anggaran tersebut terealisasi, program pembangunan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mempercepat pembangunan di Desa Cibiru Wetan.
Sementara itu, dalam konteks politik desa, Hadian menyampaikan rencananya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Cibiru Wetan pada pemilihan kepala desa 2027.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus pemerintah desa saat ini tetap diarahkan pada penyelesaian program pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
&ldquo;Yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan program yang sudah direncanakan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,&rdquo; ujar Hadian. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Iuran Guru Ngaji Rp5.000 per Bulan Didorong untuk Memperkuat Program Sosial PGN&#45;KB</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/33/iuran-guru-ngaji-rp5000-per-bulan-didorong-untuk-memperkuat-program-sosial-pgn-kb</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/33/iuran-guru-ngaji-rp5000-per-bulan-didorong-untuk-memperkuat-program-sosial-pgn-kb</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG, 25 Agustus 2026 &mdash; Iuran atau infak guru ngaji sebesar Rp5.000 per bulan didorong menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk memperkuat program sosial dan pelayanan bagi&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 10:52:30 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG, 25 Agustus 2026 &mdash; Iuran atau infak guru ngaji sebesar Rp5.000 per bulan didorong menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk memperkuat program sosial dan pelayanan bagi guru ngaji di Kabupaten Bandung.
Namun, pelaksanaan iuran tersebut hingga kini belum berjalan secara merata. Sejumlah guru ngaji belum membayar secara rutin, sementara penghimpunan iuran anggota di beberapa kecamatan juga belum berjalan optimal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama menjelang Idulfitri ketika kebutuhan terhadap kegiatan sosial dan pelayanan anggota cenderung meningkat.
Dana yang berhasil dihimpun diarahkan untuk mendukung berbagai program sosial. Di antaranya bantuan bagi guru ngaji yang terdampak musibah, seperti kebakaran rumah, serta program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi guru ngaji yang membutuhkan.
Selain itu, dana iuran Guru Ngaji (GN) dimanfaatkan untuk membantu penebusan ijazah guru ngaji yang terkendala biaya, pemberian santunan kepada anak yatim dari keluarga guru ngaji, serta pendampingan administrasi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota yang mengalami persoalan kepesertaan.
Iuran tersebut juga menjadi salah satu sumber dukungan bagi kegiatan sosial-keagamaan, termasuk pembangunan masjid dan fasilitas pemandian jenazah di lingkungan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program pelayanan tersebut membutuhkan biaya operasional, termasuk transportasi pengurus saat melakukan kunjungan, pendampingan, maupun pengurusan administrasi di lapangan.
Karena itu, keberadaan iuran Rp5.000 per bulan tidak semata-mata dipandang sebagai kewajiban finansial anggota, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antarguru ngaji. Nominal yang relatif kecil diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar ketika anggota menghadapi musibah atau membutuhkan pendampingan.
Meski demikian, pengelolaan iuran perlu dilakukan secara tertib dan transparan. Para guru ngaji perlu mengetahui sumber pemasukan, penggunaan dana, serta manfaat yang diberikan kepada anggota.
Komunikasi antara pengurus di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa juga dinilai penting agar penghimpunan dan pengelolaan iuran berjalan sesuai kesepakatan serta tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan gotong royong, iuran Rp5.000 per bulan diharapkan mampu menjadi kekuatan bersama dalam memperluas program sosial sekaligus meningkatkan pelayanan dan kepedulian terhadap guru ngaji di Kabupaten Bandung ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>PGN&#45;KB Cimenyan Bahas Buku Skema Imtiyaz, Guru Ngaji Diminta Miliki Buku Pendukung Pembelajaran</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/32/pgn-kb-cimenyan-bahas-buku-skema-imtiyaz-guru-ngaji-diminta-miliki-buku-pendukung-pembelajaran</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/32/pgn-kb-cimenyan-bahas-buku-skema-imtiyaz-guru-ngaji-diminta-miliki-buku-pendukung-pembelajaran</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; Pengurus Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) Kecamatan Cimenyan bersama Koordinator Desa (Kordes) menggelar pertemuan untuk membahas penggunaan Buku Skema Imtiyaz&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Sat, 22 Aug 2026 13:48:47 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; Pengurus Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) Kecamatan Cimenyan bersama Koordinator Desa (Kordes) menggelar pertemuan untuk membahas penggunaan Buku Skema Imtiyaz sebagai salah satu bahan pendukung kegiatan pembinaan dan pembelajaran Guru Ngaji.
Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, tersebut membahas mekanisme kepemilikan dan pembelian buku, termasuk skema pembayaran yang diharapkan dapat memudahkan para Guru Ngaji.
Dalam hasil pembahasan, disampaikan bahwa setiap Guru Ngaji diwajibkan memiliki Buku Skema Imtiyaz dengan harga Rp60.000 per buku. Pembayaran dapat dilakukan melalui dua kali cicilan, masing-masing sebesar Rp30.000.
Pengurus PGN-KB Kecamatan Cimenyan selanjutnya meminta Korcam dan Kordes menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada para Guru Ngaji di wilayah masing-masing. Koordinasi juga diperlukan agar proses pembelian dan pembayaran buku dapat berjalan tertib.
Selain buku, Skema Imtiyaz juga dilengkapi dengan QR video pembelajaran yang dapat diakses melalui aplikasi Erl Book Reader. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu Guru Ngaji dalam memperoleh materi pendukung pembelajaran.
Dalam penerapannya di lapangan, para Guru Ngaji tetap diberikan keleluasaan untuk menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak didiknya.
Namun, berdasarkan hasil pertemuan, kepemilikan Buku Skema Imtiyaz tetap disampaikan sebagai kewajiban bagi seluruh Guru Ngaji. Dalam forum tersebut, ketentuan itu disebut sebagai bagian dari arahan Dinas Pendidikan (Disdik).
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya PGN-KB Kecamatan Cimenyan untuk menyamakan pemahaman antara pengurus, Kordes, dan Guru Ngaji terkait pelaksanaan program pembinaan.
Dengan adanya koordinasi tersebut, diharapkan implementasi Buku Skema Imtiyaz dapat berjalan secara tertib sekaligus memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran Guru Ngaji di Kecamatan Cimenyan. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Setiap Jumat, Siswa SDN Cikoneng Dibiasakan Salat Dhuha untuk Perkuat Karakter Religius</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/31/setiap-jumat-siswa-sdn-cikoneng-dibiasakan-salat-dhuha-untuk-perkuat-karakter-religius</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/31/setiap-jumat-siswa-sdn-cikoneng-dibiasakan-salat-dhuha-untuk-perkuat-karakter-religius</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG, 21 Agustus 2026 &mdash; Upaya menanamkan karakter religius kepada peserta didik terus dilakukan SDN Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Salah satunya&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Fri, 21 Aug 2026 01:45:52 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG, 21 Agustus 2026 &mdash; Upaya menanamkan karakter religius kepada peserta didik terus dilakukan SDN Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Salah satunya melalui pembiasaan salat sunah Dhuha yang dilaksanakan secara bersama-sama setiap Jumat.
Kegiatan keagamaan tersebut diikuti para siswa dengan tertib dan khidmat. Salat Dhuha dipimpin langsung oleh Ustaz Irin sebagai bagian dari pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.
Pembiasaan salat Dhuha tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa sejak usia dini. Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, siswa diharapkan terbiasa menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, ketertiban, tanggung jawab, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti salat Dhuha menjadi salah satu upaya untuk menyeimbangkan pendidikan akademik dengan pembinaan moral dan spiritual.
Kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen sekolah dalam menciptakan suasana pendidikan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek pengetahuan, tetapi juga sikap dan perilaku.
Dengan dilaksanakannya pembiasaan salat Dhuha secara konsisten setiap Jumat, diharapkan nilai-nilai religius dapat tertanam dalam diri para siswa dan menjadi kebiasaan positif yang terus terbawa dalam kehidupan mereka di luar lingkungan sekolah. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Rumah Rois Syuriah MWCNU Cimenyan Diduga Dirusak, GP Ansor Desak Polisi Usut Tuntas</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/30/rumah-rois-syuriah-mwcnu-cimenyan-diduga-dirusak-gp-ansor-desak-polisi-usut-tuntas</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/30/rumah-rois-syuriah-mwcnu-cimenyan-diduga-dirusak-gp-ansor-desak-polisi-usut-tuntas</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; Rumah Rois Syuriah MWCNU Cimenyan, KH. Uye Waryo, di Kampung Arcamanik, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, diduga dirusak sekelompok orang pada Selasa (18/8/2026)&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 00:23:17 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; Rumah Rois Syuriah MWCNU Cimenyan, KH. Uye Waryo, di Kampung Arcamanik, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, diduga dirusak sekelompok orang pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Peristiwa tersebut bermula ketika KH. Uye Waryo menegur pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar rumahnya dengan suara knalpot yang dinilai bising dan mengganggu ketenangan warga pada malam hari.
Teguran itu kemudian diduga berujung pada aksi pengrusakan. Sejumlah orang disebut mendatangi kediaman KH. Uye Waryo dan masuk ke dalam rumah. Dalam kejadian tersebut, beberapa barang milik korban dilaporkan mengalami kerusakan, antara lain kaca pintu, kursi, serta gelas.
Atas kejadian tersebut, korban bersama pihak terkait telah melaporkan dugaan pengrusakan itu kepada Polsek Cimenyan. Polisi kemudian mengamankan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus tersebut mendapat perhatian dari GP Ansor Kabupaten Bandung. Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama itu mengecam keras dugaan aksi pengrusakan dan meminta aparat kepolisian menangani perkara secara profesional serta mengusutnya hingga tuntas.
&ldquo;Kami mengecam keras tindakan pengrusakan terhadap rumah KH. Uye Waryo. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut perkara ini secara objektif dan memastikan siapa pun yang terbukti terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku,&rdquo; ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Bandung, Dede Soemarsah.
Menurutnya, perbedaan atau persoalan yang terjadi di tengah masyarakat semestinya diselesaikan melalui komunikasi dan jalur hukum, bukan dengan tindakan kekerasan maupun pengrusakan.
GP Ansor juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian. Proses hukum diharapkan dapat berjalan transparan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan pengrusakan tersebut. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>PGN&#45;KB Serahkan Klaim Kematian Rp42 Juta kepada Keluarga Almarhum Asep Suhendar</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/29/pgn-kb-serahkan-klaim-kematian-rp42-juta-kepada-keluarga-almarhum-asep-suhendar</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/29/pgn-kb-serahkan-klaim-kematian-rp42-juta-kepada-keluarga-almarhum-asep-suhendar</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG, 18 Agustus 2026 &mdash; Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) bersama jajaran pengurus, unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para koordinator wilayah melakukan&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Tue, 18 Aug 2026 07:41:01 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG, 18 Agustus 2026 &mdash; Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) bersama jajaran pengurus, unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para koordinator wilayah melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah duka almarhum Asep Suhendar di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.
&nbsp;
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momen penyerahan klaim kematian senilai Rp42 juta kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian dan perlindungan sosial bagi para guru ngaji di Kabupaten Bandung.
&nbsp;
Klaim diserahkan langsung kepada istri almarhum, Hajah Nurhayati, dan disaksikan oleh Camat Solokanjeruk Mukti Prabowo, Kepala Desa Asep Komarudin, Ketua Umum PGN-KB H. Uya Mulyana, Bendahara PGN-KB Kecamatan Ibu Elis, serta Koordinator Kecamatan H. Endang Komarudin dan Koordinator Desa Ibu Teni.
&nbsp;
Camat Solokanjeruk, Mukti Prabowo, menyampaikan apresiasi terhadap program perlindungan yang diberikan kepada para guru ngaji. Menurutnya, peran guru ngaji sangat strategis dalam pembinaan keagamaan serta penguatan karakter masyarakat, sehingga sudah selayaknya memperoleh perhatian dari berbagai pihak.
&nbsp;
Hal senada disampaikan pemerintah desa yang menilai bahwa guru ngaji merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap kesejahteraan mereka, termasuk perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan, dinilai perlu terus diperkuat.
&nbsp;
Ketua Umum PGN-KB, H. Uya Mulyana, menegaskan bahwa penyerahan klaim ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam memberikan perlindungan kepada para guru ngaji, tidak hanya saat masih aktif mengabdi, tetapi juga bagi keluarga yang ditinggalkan ketika terjadi musibah.
&nbsp;
&ldquo;Penyerahan klaim ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama agar keluarga guru ngaji yang mengalami musibah tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan,&rdquo; ujar H. Uya Mulyana.
&nbsp;
Ia menambahkan, program perlindungan tersebut sejalan dengan perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap peningkatan kesejahteraan guru ngaji di daerah.
&nbsp;
Sementara itu, Hajah Nurhayati menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, Bupati Bandung Dadang Supriatna, PGN-KB, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarganya.
&nbsp;
Pihak keluarga berharap program perlindungan bagi guru ngaji dapat terus berlanjut dan diperluas, sehingga memberikan rasa aman serta manfaat nyata bagi para guru ngaji dan keluarganya di Kabupaten Bandung.
&nbsp;
Penyerahan klaim ini menjadi simbol sinergi antara PGN-KB, pemerintah daerah, kecamatan, dan desa dalam memperkuat sistem perlindungan sosial bagi para guru ngaji sebagai bagian penting dalam pembangunan moral dan karakter masyarakat. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>HUT ke&#45;81 RI, PGN&#45;KB Tegaskan Peran Guru Ngaji dalam Membangun Karakter Generasi Muda Kabupaten Bandung</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/28/hut-ke-81-ri-pgn-kb-tegaskan-peran-guru-ngaji-dalam-membangun-karakter-generasi-muda-kabupaten-bandung</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/28/hut-ke-81-ri-pgn-kb-tegaskan-peran-guru-ngaji-dalam-membangun-karakter-generasi-muda-kabupaten-bandung</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &ndash; Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan karakter dan keagamaan.&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 11:01:54 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &ndash; Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan karakter dan keagamaan.
Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) menilai guru ngaji memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Ketua PGN-KB, H. Uya Mulyana, menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 RI yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (17/8/2026).
Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen PGN-KB untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus pembangunan karakter masyarakat.
&ldquo;Guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi sejak dini. Nilai-nilai Al-Qur&rsquo;an yang diajarkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun akhlak dan moral anak-anak,&rdquo; ujar Uya.
Menurutnya, tantangan guru ngaji saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan generasi muda. Karena itu, guru ngaji dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasar pendidikan.
Pemanfaatan teknologi juga dapat menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pembelajaran dan dakwah. Materi keagamaan dapat dikemas secara lebih kreatif dan relevan dengan kehidupan generasi muda, sekaligus menanamkan nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Selain peningkatan kapasitas, Uya menilai perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji juga perlu terus diperkuat. Dukungan pemerintah melalui program insentif, pelatihan, perlindungan, dan pemberdayaan dinilai penting untuk menunjang keberlangsungan peran guru ngaji di tengah masyarakat.
&ldquo;Pembangunan tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Pembangunan manusia juga harus menjadi perhatian. Guru ngaji adalah bagian penting dalam proses membangun karakter masyarakat,&rdquo; katanya.
Ia berharap momentum kemerdekaan dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, dan para guru ngaji.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang tidak hanya maju dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga memiliki masyarakat yang religius, berkarakter, mandiri, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.
Bagi PGN-KB, mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama. Salah satunya dengan memastikan generasi penerus mendapatkan pendidikan yang mampu memadukan kecerdasan, akhlak, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap sesama. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>HUT Ke&#45;81 RI, PGN Kabupaten Bandung Ajak Guru Ngaji Perkuat Persatuan dan Jaga NKRI</title>
            <link>https://pgn-kb.com/read/27/hut-ke-81-ri-pgn-kabupaten-bandung-ajak-guru-ngaji-perkuat-persatuan-dan-jaga-nkri</link>
            <guid>https://pgn-kb.com/read/27/hut-ke-81-ri-pgn-kabupaten-bandung-ajak-guru-ngaji-perkuat-persatuan-dan-jaga-nkri</guid>
            <description><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; 17 Agustus 2026 Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:17:40 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ KABUPATEN BANDUNG &mdash; 17 Agustus 2026 Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pesan tersebut disampaikan Persatuan Guru Ngaji (PGN) Kabupaten Bandung yang mengajak seluruh guru ngaji untuk turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua PGN Kabupaten Bandung, H. Uya Mulyana, S.H.I., menegaskan bahwa guru ngaji memiliki peran strategis, tidak hanya dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga dalam membentuk karakter masyarakat serta generasi penerus bangsa.
Menurut H.Uya Mulyana nilai-nilai persatuan harus terus ditanamkan melalui kegiatan pendidikan Al-Qur&rsquo;an dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
&ldquo;Seluruh guru ngaji di Kabupaten Bandung harus terus menjaga persatuan dan kesatuan demi kemajuan bangsa. Guru ngaji memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda,&rdquo; ujar Uya.
Ia menambahkan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pengabdian nyata. Para guru ngaji diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan harmonis.
PGN Kabupaten Bandung juga mendorong seluruh anggotanya untuk terus bersinergi dengan pemerintah serta berbagai unsur masyarakat dalam menjalankan program sosial maupun keagamaan.
&ldquo;Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan pengabdian dan memberikan manfaat bagi masyarakat,&rdquo; katanya.
Dalam momentum HUT ke-81 RI ini, PGN Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. ]]></content:encoded>
        </item>
        </channel>
</rss>