Santri Mengajar di Kampung Cipacing: Dari Pondok Menuju Pelosok
“Ilmu itu bukan buat disimpan di rak kitab, tapi ditanam di hati-hati yang haus akan kebenaran.”
— Ustaz Salman, Koordinator Program Santri Mengajar PGN Cipacing
Fakta Singkat:
-
Lokasi: Kampung Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Bandung
-
Waktu: Sabtu–Ahad, 26–27 Juli 2025
-
Tokoh/Kontributor: Ustaz Salman, Santri PPL, Ketua RW 05 Kampung Cipacing
-
Dokumentasi: Dokumentasi Lengkap
Membawa Ilmu ke Kampung Sendiri
Dalam gerimis sore, sekelompok santri dari Pesantren Mitra PGN Jatinangor tiba di Kampung Cipacing. Mereka bukan sekadar datang berkunjung, tetapi mengemban misi: mengajar ngaji anak-anak dan memotivasi warga untuk lebih dekat dengan Islam. Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Santri Mengajar" yang rutin diinisiasi oleh PGN-KB (Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung).
Selama dua hari, mereka tinggal di rumah-rumah warga, berbaur, dan berbagi ilmu dengan cara yang lembut dan menyentuh.
Dari Halaman ke Hati
Anak-anak berkumpul di halaman masjid kecil, membawa mushaf kecil dan rasa ingin tahu. Para santri mengajarkan iqro’, hafalan pendek, serta kisah-kisah sahabat Nabi.
“Santri jangan hanya pandai bicara di dalam pesantren, tapi harus bisa menyatu dengan masyarakat,” ujar Ustaz Salman.
Selain mengajar anak-anak, para santri juga menggelar ngobrol bareng bapak-bapak selepas Magrib, membahas adab keluarga dan pentingnya shalat berjamaah.
Dakwah yang Membumi
Ketua RW 05 Kampung Cipacing, Bapak Adang, mengapresiasi kegiatan ini:
“Kami senang, anak-anak lebih semangat ngaji. Dulu masjid sepi, sekarang ramai tiap sore.”
Santri juga belajar: berdakwah bukan hanya soal ceramah, tapi menyapa, menyapu halaman, dan hadir dalam obrolan sederhana.
Ajak Santri Turun ke Kampung Anda
Program ini masih sangat terbatas jangkauannya. Anda bisa bantu:
Undang program ke kampung Anda
Donasi kitab iqro’ & makanan santri
Jadi jembatan antara pesantren dan masyarakat
Form Permintaan Santri Mengajar | Donasi Program
Artikel Terkait
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PGN Kabupaten Bandung Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Ngaji melalui Metode Imtiyaz
KABUPATEN BANDUNG — Persatuan Guru Ngaji (PGN) Kabupaten Bandung terus mendorong peningkatan kompetensi guru ngaji melalui penguatan metode pembelajaran Al-Qur'an. Upaya tersebut
PGN Kabupaten Bandung Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Ngaji melalui Metode Imtiyaz
KABUPATEN BANDUNG — Persatuan Guru Ngaji (PGN) Kabupaten Bandung terus mendorong peningkatan kompetensi guru ngaji melalui penguatan metode pembelajaran Al-Qur'an. Upaya tersebut
200 Guru Ngaji Ikuti Bimtek PGN-KB Gelombang II di Soreang
KABUPATEN BANDUNG – Sebanyak 200 guru ngaji dari 10 kecamatan di Kabupaten Bandung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Guru Ngaji di Era Digital PGN-KB Gelom
PGN Kabupaten Bandung Bekali Guru Ngaji dengan Skema Imtiyaz, Siapkan Pengajar Al-Qur’an Hadapi Era Digital
KABUPATEN BANDUNG — Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGNKB) memperkuat kapasitas para guru ngaji agar mampu beradaptasi dengan perkembangan metode pembelajaran dan tantanga
PGN Kabupaten Bandung Bekali Guru Ngaji dengan Skema Imtiyaz, Siapkan Pengajar Al-Qur’an Hadapi Era Digital
KABUPATEN BANDUNG — Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGNKB) memperkuat kapasitas para guru ngaji agar mampu beradaptasi dengan perkembangan metode pembelajaran dan tantanga
Forum Guru Ngaji, Pilar Moral Negeri (PGN-OR.ID)
Forum Persatuan Guru Ngaji (PGN) hadir sebagai kekuatan moral bangsa, mengangkat peran guru ngaji sebagai agen perubahan melalui dakwah dan pendidikan karakter di seluruh penjuru nege
Peresmian PGN-KB oleh Kang DS: Kolaborasi Dakwah & Pendidikan di Kabupaten Bandung
“Guru ngaji adalah fondasi karakter bangsa. Kita harus dukung sepenuh hati.” — Kang DS (H. Dadang Supriatna), Bupati Bandung Fakta Singkat: Lokasi: Bale
Kajian Ahad Pagi di Kampung Cibuntu: Menguatkan Iman dari Mushola Kecil
“Kalau bukan dari sini, dari kampung, dari mushola, dari guru ngaji... dari mana lagi cahaya ilmu itu akan menyala?” — Ustaz Deni, pengampu kajian Fakta Singkat
Pelatihan Majelis Taklim Perempuan di Kampung Cikoneng: Ibu-Ibu yang Tak Lagi Diam
“Kami mungkin bukan ustazah besar, tapi kami ingin paham agama, biar bisa jadi cahaya buat anak dan keluarga.” — Ibu Yayah, peserta pelatihan Fakta Singkat:
