Foto H. Dadang Supriatna, Bupati Bandung sekaligus pendiri PGNKB
Dedikasi untuk Guru Ngaji, Perubahan untuk Kabupaten Bandung
H. Dadang Supriatna, atau yang akrab disapa Kang DS, adalah figur pemimpin visioner yang kini menjabat sebagai Bupati Bandung sejak 2021. Lahir pada 7 Agustus 1971, Kang DS memiliki rekam jejak panjang di dunia politik, sosial, dan pemberdayaan masyarakat akar rumput.
Jejak Politik Kang DS
Sebelum menjabat sebagai Bupati, Kang DS telah berpengalaman sebagai:
- Anggota DPRD Kabupaten Bandung periode 2009–2014 dan 2014–2019.
- Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar periode 2019–2024.
- Saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung.
Ia berhasil memenangkan Pemilihan Bupati Bandung 2020 berpasangan dengan artis nasional Sahrul Gunawan, didukung oleh PKB, NasDem, Demokrat, dan PKS.
Latar Belakang Pendidikan
- MI Sapan (1979–1985)
- SMPN 2 Buahbatu (1985–1988)
- STM Igasar Pindad Bandung (1988–1991)
- Sarjana Ilmu Sosial, Universitas Langlangbuana (Unla) (1999–2003)
- Magister Ilmu Sosial, Unla (2008–2010)
- Sedang menempuh Program Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Trisakti (sejak 2016)
Kang DS & PGNKB
Salah satu warisan monumental Kang DS dalam bidang keagamaan dan sosial adalah inisiatif membentuk Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGNKB). Ia melihat langsung realitas sunyi para guru ngaji di desa-desa, yang menjadi garda depan dalam pendidikan karakter umat.
“Guru ngaji bukan hanya pencerah di langgar-langgar, mereka penjaga akhlak bangsa. Sudah saatnya mereka mendapat tempat dan penghargaan.”
— Kang DS, Pendiri PGNKB
Dalam semangat inilah, Kang DS menggandeng para tokoh masyarakat dan ulama, salah satunya H. Uya Mulyana, untuk membentuk wadah resmi PGNKB. Organisasi ini kini menjadi ruang:
Kolaborasi para guru ngaji
Advokasi dan pemberdayaan pengajar Qur’an
Edukasi keagamaan berbasis komunitas
Peran Kang DS bukan hanya simbolik, tetapi juga strategis dan langsung mendorong sinergi PGNKB dengan pemerintah daerah, terutama dalam visi Kabupaten Bandung yang lebih “BEDAS” — Bermartabat, Enerjik, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera.
Program Unggulan: Dari Jalan ke Jiwa
Selain PGNKB, Kang DS juga dikenal dengan program-program unggulan seperti:
- Gerakan Tutup Lubang (GTL): perbaikan jalan di wilayah Solokanjeruk, Majalaya, Ibun, Paseh, Banjaran, hingga Cidaun.
- Percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah produktif.
- Penguatan ekonomi desa dan UMKM.
Namun di balik semua itu, pembentukan PGNKB menjadi tonggak moral bahwa pembangunan tidak hanya fisik, tapi juga ruhani.
Kesimpulan
Kang DS bukan hanya Bupati, tapi penggerak perubahan spiritual dan sosial. Melalui PGNKB, beliau membuktikan bahwa guru ngaji bukan sekadar profesi, tetapi aset bangsa yang harus dilindungi dan dikembangkan bersama.

